Teknologi Terbaru | Teknologi Terbaru Youtube II - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Rabu, 17 Juli 2019

Teknologi Terbaru | Teknologi Terbaru Youtube II

Peneliti Salahkan YouTube yang Bikin Bumi Datar Menjamur


Teknologi Terbaru - Peneliti menyalahkan website berbagi video YouTube menjadi penyebab kian menjamurnya pengikut teori bumi datar. Kecurigaan ini hadir setelah mengawasi pertemuan besar tahunan pengikut bumi datar di Raleigh, North Carolina, pada tahun 2017, serta di Denver, Colorado, tahun lalu. 

Berdasarkan wawancara yang dilaksanakan terhadap 30 orang, terdapat pola serupa bagaimana mereka menerima gagasan bahwa Bumi berbentuk datar. Dua tahun lalu, nyaris seluruh narasumber sebelumnya meyakini bahwa Bumi berbentuk bulat. 

Tapi pendirian mereka berubah sesudah mereka menyaksikan video di YouTube. Beberapa bahkan mengatakan tadinya mereka menyaksikan video untuk menggali bukti kesalahan, namun justeru ikut terpengaruh.


"Satu-satunya orang dengan kisah berbeda, ialah seorang ayah yang diberitahu oleh anak wanita serta menantunya yang lebih dahulu menyaksikan video di YouTube," kata Asheley Landrum, pimpinan penelitian Universitas Teknologi Texas, dikutip dari The Guardian. 

Landrum memberitahukan hasil riset ini di pertemuan tahunan Asosiasi Amerika guna Pengembangan Sains, di Washington DC, Amerika Serikat. Wawancara pun mengungkap bahwa lebih dahulu penganut-penganut tersebut menyaksikan video-video konspirasi, dengan pilihan konspirasi peristiwa 9/11, penembakan sekolah Sandy Hook, dan konspirasi pendaratan Bulan palsu oleh NASA. 


Algoritma YouTube lantas bekerja dengan merekomendasikan tontonan mereka ke video bumi datar. Landrum menuliskan salah satu video yang populer ialah "Eric Dubay: 200 Proofs Earth is Not a Spinning Ball". Video berdurasi nyaris dua jam itu menghadirkan sekian banyak  argumen, dan dinilai unik dari sekian banyak  pola pikir, dari pembaca buku suci dan pengikut teori konspirasi, sampai kalangan yang lebih ilmiah. 


Berbagai pertanyaan yang terbit dari kalangan tersebut ialah "Dimana bengkoknya?" atau "Kenapa horizon tidak jarang kali ada di level mata?"

Landrum menuliskan bahwa YouTube tidak borongan bersalah atas gejala ini, tetapi mereka perlu membetulkan algoritma mereka untuk memperlihatkan informasi yang lebih akurat. 

"Ada tidak sedikit informasi yang bermanfaat di YouTube, namun juga tidak sedikit misinformasi," kata Landrum. "Algoritma mereka mudah menciptakan orang tersesat dengan memperlihatkan informasi yang rentan terhadap orang-orang."

"Mempercayai bumi tersebut datar pun tidak merugikan secara total, tetapi masalah datang bareng dengan kecurigaan terhadap institusi dan otoritas. Kami hendak orang-orang kritis terhadap informasi, namun harus terdapat keseimbangan," tambahnya lagi.


Landrum memanggil peneliti beda untuk menciptakan video YouTube tandingan guna melawan maraknya video konspirasi. Akan namun ia mengkhawatirkan bagaimana sejumlah penganut bumi datar tidak terpengaruh terhadap keterangan ilmiah dunia. 

Ladrum mencontohkan saat astrofisikawan Amerika Serikat, Neil deGrasse Tyson menyatakan soal horizon yang tetap datar. Menurutnya, untuk mahkluk yang paling kecil sebagian distrik dari benda bulat bakal tetap tampak datar. Namun, pengikut bumi datar meremehkan keterangan tersebut. 

"Akan tidak jarang kali ada unsur kecil masyarakat yang menampik penjelasan dari pakar sains, tetapi ada pun yang berada di lokasi abu-abu. Satu-satunya teknik melawan misinformasi ialah adalah menyerahkan informasi benar lebih banyak." 


Saat ini, YouTube sendiri tengah mengembangkan fitur dimana topik-topik kontroversial bakal dihubungkan ke artikel-artikel yang sudah terverifikasi. Sehingga, penelusuran topik konspirasi dan kontroversial bakal terhubung ke video verifikasi atau topik yang benar. 

Cara ini barangkali tidak bakal menghentikan pengunggahan video-video konspirasi atau semacamnya, tetapi Youtube bisa memberi peringatan hoaks dan menghubungkan pada website yang lebih terpercaya.

Dilansir dari Techradar, jurubicara Youtube menuliskan bahwa fitur ini "Sebagai unsur dari upaya membina pengalaman perkabaran Youtube, serta mengembangkan panel informasi yang menghadirkan cek kenyataan dari pihak terpercaya untuk Youtube." (lea/eks)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar