Teknologi Terbaru | Teknologi Terbaru 3D - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Kamis, 25 Juli 2019

Teknologi Terbaru | Teknologi Terbaru 3D





Foto 3D Papar Face (dok LowpolyPaper)

Teknologi Terbaru - Menjadi seorang entreprenuer memang menjadi cita-cita Rahmansyah Iman Saputra semenjak lama. Demi mewujudkan cita-citanya tersebut pria yang akrab disapa Maman ini mengambil terbit dari pekerjaannya sebagai 3D Artist di di antara perusahaan game online. Kecintaannya terhadap dunia seni dan anak menginspirasi Maman menciptakan sebuah mainan yang dapat memicu kreativitas anak.

“Saya beranggapan untuk membuat mainan anak dengan teknologi teranyar namun memakai bahan simpel yang murah dan gampang didapat,” ujarnya

Berbekal kemahiran di bidang desain tiga dimensi menciptakan Maman memilih untuk membuat 3D paper craft dengan brand  dagang LowpolyPaper semenjak Januari 2015. Kebetulan saat tersebut Maman menyatakan sedang merangkai skripsi sehingga tidak sedikit sekali saldo kertas yang tidak terpakai yang dapat dibuat menjadi paper craft dengan memanfaatkan komputer dan printer yang ada.

“Bisa dibilang kita mengawali usaha ini tanpa modal, baru sesudah berjalan kita menerbitkan modal selama Rp 15 juta untuk melakukan pembelian printer, mesin cutting kertas, aplikasi dan perlengkapan lainnya,” terangnya.

Meski produk yang ditawarkan terbilang baru dan kreatif, tetapi diawal pemasaran LowpolyPaper masih belum maksimal. Akhirnya Maman menyimpulkan untuk menggali seorang mitra untuk membantunya khususnya dalam urusan pemasaran, maka terpilihlah Gregoryo Tattid Cahyono sebagai Co-Founder LowpolyPaper.


“Untuk pemasaran saya menyerahkan untuk rekan saya,” tegasnya.

3D Paper Face.

Berdasarkan keterangan dari Maman, produk utama LowpolyPaper ialah berupa 3D paper face yakni kerajinan berbentuk wajah yang serupa dengan potret asli cocok dengan kemauan pelanggan sehingga sesuai untuk hadiah ulang tahun, wisuda, pernikahan, atau sebagai dekorasi di dinding dan meja.

Untuk menciptakan 3D paper face Maman memerlukan pas potret yang hendak dicetak. Foto tersebut lantas diedit memakai software khusus sampai-sampai menjadi 3D papar face dan menyusun pola papercraft.

Desain 3D papar face tersebut lantas di cetak (print) lalu dicukur mengikuti pola dengan memakai mesin cutting kertas yang lantas disambungkan masing-masing bagiannya. Tahap terakhir ialah menempelkan 3D paper face craft yang telah dibentuk ke frame pigura. “Semakin bagus kualitas potret maka bakal semakin serupa 3D paper face yang dihasilkan,” ujarnya.

Maman menambahkan, bahan baku yang digunakan ialah kertas jasmine dan kertas syntetic. Ketas jasmine biasa dipakai sebagai kertas undangan sampai-sampai mempunyai ketebalan dan kekuatan yang lumayan bagus dibanding kertas lain. Sedangkan kertas sintetik (syntetic paper) ialah kertas produksi yang ramah lingkungan dan mempunyai keistimewaan laksana anti air, anti robek dan pastinya lebih powerful daripada kertas jasmine.


Tidak heran bila Maman menyatakan LowpolyPaper dapat bertahan sampai lebih dari 2 tahun.

“Asal dihindari dari percikan air dan lokasi lembab. Selain tersebut jangan terlampau ditekan,” terangnya.

Di samping 3D paper face, LowpolyPaper pun dapat menciptakan paper craft laksana hewan, buah-buahan, tanaman, topeng, logo perusahaan, dan bentuk-bentuk 3D abstrak. Sedangkan guna proses pengerjaannya sendiri memakan masa-masa 3-5 hari.

“Hampir seluruh benda bervolume dapat dijadikan 3D paper craft,” tambahnya.

LowpolyPaper menawarkan 2 ukuran yakni ukuran mini dan standar dimana masing-masing ukuran dapat di costume menjadi 1 wajah guna 1 frame (single face), atau 2 wajah dalam 1 frame dan seterusnya. Bagi ukuran mini mempunyai skala 2:1 dari ukuran wajah pribumi yang ditempelkan pada frame berukuran kecil sehingga sesuai sebagai dekorasi meja. Sedangkan ukuran standar mempunyai skala 1:1 cocok dengan ukuran wajah pribumi dan sesuai sebagai dekorasi dinding.


Untuk harga yang ditawarkan mulai dari Rp 250–450 ribu tergantung ukuran, costume, dan bahan kertas yang dipilih. Namun untuk Anda yang hendak melatih kreatifitas dapat memesan paper craft yang masih berupa tamplate dan belum dirakit dengan harga sebesar Rp 15–100 ribu guna design costume, dan Rp 100 ribu guna paper face.

“Karena keterbatasan masa-masa saya memberi batas jumlah order sejumlah 75 paper face/bulan, tetapi untuk objek beda tidak kami batasi,” ujarnya. Dengan asumsi tersebut, minimal omset yang didapatkan sekitar puluhan juta tiap bulannya, tergantung jumlah orderan yang masuk.

Inovasi.

Maman sadar usaha 3D telah mulai tidak sedikit berkembang di Indonesia laksana 3D animasi, 3D game sampai arsitek. Meski begitu Maman menyatakan untuk usaha 3D paper craft masih paling segmented sampai-sampai berisiko. Namun dengan kompetisi yang belum begitu tidak sedikit Maman yakin dengan prospek LowpolyPaper kedepannya masih bakal terus tersingkap dan berkembang.

Maman sadar supaya dapat survive di usaha creatif mesti selalu mengerjakan inovasi. Ke depannya Maman berencana mengusung kebiasaan dan kebijaksanaan lokal menjadi karya paper craft serta melestarikan kebudayaan Indonesia ke generasi selanjutnya. “Kita pun membuat desain-desain menarik dan menciptakan paper craft wajah tokoh-tokoh terkenal,” ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar