Teknologi Terbaru | Teknologi Terbaru Indonesia - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Kamis, 27 Juni 2019

Teknologi Terbaru | Teknologi Terbaru Indonesia

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)


Teknologi Terbaru - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengungkapkan ketika ini Indonesia pun sudah mulai bertranformasi dari ekonomi berbasis komoditas menjadi manufaktur bernilai tambah tinggi laksana Korea Selatan (Korsel).

Demikian dikatakan Airlangga usai menerima penghargaan Doktor Honoris Causa bidang Development Policy (kebijakan publik) dari KDI School of Public Policy, Korea Selatan.

"Kami belajar dari Korea Selatan sebagai negara yang berhasil mentransformasi dirinya menjadi negara industrial sekaligus pusat jasa. Samsung, Hyundai, maupun LG kini bertransformasi menjadi brand  global yang diakui," ungkap dia, dalam penjelasan tertulisnya, Kamis, 27 Juni 2019. 


Airlangga menyinggung pada triwulan I-2019, sektor manufaktur Indonesia berkontribusi 22,7 persen terhadap total investasi, atau senilai USD134,9 miliar.Kemudian, di sektor lain, inisiatif pembangunan klaster industri baru di Sulawesi Tengah menjadi paling sukses, ini adalahbuah dari upaya Kemenperin mendorong lebih tidak sedikit industri hilir untuk menambah nilai dari mineral dasar laksana nickel ore.

Di sektor otomotif, Indonesia adalahpemain penting. Dengan kedatangan teknologi baru laksana kendaraan listrik atau hybrid, peluang di masa mendatang terbuka lebar. Dengan kepandaian yang sesuai, distrik kami mempunyai potensi menjadi manufacturing hub untuk global supply chain. Untuk memungut keuntungan ini, Indonesia mengambil sejumlah langkah yang sekitar ini berhasil.

"Investasi Korea di Indonesia urgen untuk menyokong kinerja Indonesia. Saya harap hubungan produktif ini dapat dilangsungkan hingga tahun-tahun mendatang," imbuhnya.

Airlangga menuliskan pada sektor bisnis dan ekonomi secara umum, Indonesia dan Korea Selatan sudah membuat tidak sedikit kemajuan. Beberapa kerja sama strategis yang sudah dilaksanakan meliputi joint task force guna mempromosikan kerja sama ekonomi. Kedua negara pun bersiap menegakkan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement di 2019 yang menargetkan perniagaan bilateral sampai USD30 miliar pada 2022.


Selanjutnya, disusun juga Korea-Indonesia Technology Cooperation Center guna mempromosikan kerja sama lebih lanjut antara kedua negara dan untuk menyokong perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia di lokasi teknologi industri, mengemban riset dan program pembangunan bersama, dan semacamnya.

"Hasilnya, Korea secara konsisten menjadi negara investor lima besar dalam lima tahun terakhir, dengan investasi di sektor industri baja, permesinan, karet dan plastik, kayu, kimia, dan elektronika. Di sisi lain, terdapat peningkatan impor dari Korea di sejumlah tahun terakhir, dengan total USD9,5 miliar pada 2018. Produknya antara beda mineral dan bahan bakar, besi dan baja, mesin elektronik, perlengkapan dan komponen, permesinan, plastik, karet, dan tekstil rajutan," tuturnya.

Di samping itu, semenjak 2016, Kemenperin aktif bekerjasama dengan perusahaan Korea, khususnya di sektor industri pengolahan, energi, dan infrastruktur. Hasilnya, sejumlah perusahaan menyimpulkan meningkatkan investasinya, laksana Lotte Chemicals yang mengembangkan investasinya di Cilegon sebesar USD4 miliar.

"Kebijakan kami dalam memperdalam struktur industri didukung oleh perusahaan-perusahaan Korea. Saat ini kami menambah kerja sama di industri stainless steel, khususnya untuk Indonesia unsur timur. Making Indonesia 4.0 unik industri otomotif dari Korea. Kami bercita-cita Indonesia dapat menjadi manufacturing hub urgen di Asia," jelasnya.


Sementara itu, di bidang penelitian dan ilmu pengetahuan, Pemerintah RI menjalin MoU kerja sama industri dengan Korean Ministry of Trade, Industry and Energy. Hal itu untuk menyokong inovasi dan riset. Lalu, mengawali MoU dengan National Research Council of Economics, Humanities, and Social Sciences. Tipe kolaborasi di bidang penelitian dan inovasi adalahkunci guna masa depan.

"Tren ekonomi global pulang menjadi knowledge-based economy (berbasis pengetahuan) sampai-sampai adalahsuatu kebutuhan untuk kita guna belajar satu sama beda dan menguasai teknologi industri generasi selanjutnya," sambungnya.

Airlangga menambahkan persahabatan Indonesia-Korea Selatan secara formal dibuka pada 1966 ketika Korsel membuka konsulat kesatu di Indonesia. Kerja sama lain dilaksanakan di bidang pendidikan, kebudayaan dan kesenian. Bahkan sekolah Korean International School yang berdiri semenjak 1975 di Jakarta menjadi sekolah yang terbesar di Asia Tenggara. Begitu pula dengan musik KPop yang memiliki basis fans besar di Indonesia.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar