Teknologi Terbaru | Teknologi Terbaru E-Commerce - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Jumat, 28 Juni 2019

Teknologi Terbaru | Teknologi Terbaru E-Commerce

URL, e-Commerce, dan Surel Jadi Target Empuk Serangan Siber

URL, e-Commerce, dan Surel Jadi Target Empuk Serangan Siber


Teknologi Terbaru - Perusahaan ketenteraman siber Kaspersky Lab menulis tiga tren serangan siber yang marak di tahun 2019.

Territory Channel Manager SEA Kaspersky Lab Indonesia Dony Koesmandarin menuliskan tren serangan siber yang sangat marak ialah penyebaran malware berupa tautan melewati situs web dan email.

"Paling besar URL. Website media yang sangat baik menyebarkan malware. Kemudian email juga dapat menjadi perangkat penyebaran malware," ujar Dony acara Media Meeting Kaspersky Lab di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (7/2).


Dony menyatakan begitu banyak software yang memerlukan surel sebagai kriteria penciptaan akun. 


Situs web terutama e-commerce pun menjadi potensi malware dengan semakin banyaknya transaksi finansial di website web. Hal ini di anggap peretas sebagai celah ketenteraman untuk menyebarkan malware yang berpotensi menyerang orang-orang yang terbius dengan malware tersebut.

"Tren serangan siber ini mulai menyebarkan malware melewati situs web dan email. Belanja saja online, kemudian anak kecil main game saja perlu bikin email guna sign in," kata Dony.

Dalam tren kedua, Dony menuliskan serangan APT (Advanced Persistent Threat) bakal berkurang pada 2019. APT ialah sebuah serangan siber dengan skala besar yang membidik infrastruktur besar untuk menculik data-data.

Kendati demikian APT ini memakan masa-masa yang lebih lama sampai-sampai peretas mencari teknik lain untuk mengerjakan serangan siber.

Hasil gambar untuk robot


"Serangan APT tersebut tidak berlalu dalam sehari. Sehingga penurunan APT ini trigger guna buat malware yang dahsyat," ujar Dony.

Tren ketiga ialah penyerangan siber lewat networking hardware dan IoT. Dalam tren ini, peretas bakal memanfaatkan kerentanan ketenteraman di perlengkapan jaringan dan perlengkapan IoT untuk mengerjakan serangan. Pasalnya masih tidak sedikit orang yang belum peduli dengan ketenteraman siber di perlengkapan jaringan atau IoT.

Perangkat jaringan ini dapat berupa router dan repeater. Peretas akan memakai jaringan ini guna menyerangan sebuah server melewati serangan DDos.


Tren keempat ialah serangan siber melewati media sosial sebagai medium serangan. Dony menuliskan teknik serangan ini ialah menyebarkan tautan mengandung malware yang dapat mengoleksi data.

Hal yang paling wajar terjadi ialah pemakai media sosial terbiasa mengklik tautan itu tanpa memperhatikan sekali konten di dalamnya.

Tren kelima ialah peretas memanfaatkan event-event besar guna melancarkan serangan. Peretas pada 2019 bakal menargetkan serangan siber yang sehubungan dengan event besar. Misalnya saja konser musik sampai perhelatan Pemilihan Presiden 2019.

Hal ini dilaksanakan untuk oleh peretas guna meraih ketenaran karena sukses membobol sistem ketenteraman siber event tersebut.

"Mereka hendak semua orang menyimak siapa dia. Mereka lebih suka incar event besar dan berjuang tembus, sebab akan tampak seberapa besar kerusakannya," tutur Dony. (jnp/evn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar