Teknologi Terbaru | San Francisco Larang Penegak Hukum Gunakan Teknologi Pengenalan Wajah - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Selasa, 11 Juni 2019

Teknologi Terbaru | San Francisco Larang Penegak Hukum Gunakan Teknologi Pengenalan Wajah

Sebuah kamera keamanan dipasang di distrik bisnis kota San Francisco, AS (foto: ilustrasi).
Sebuah kamera keamanan dipasang di distrik bisnis kota San Francisco, AS (foto: ilustrasi).

Teknologi Terbaru - Baru-baru ini San Francisco menjadi kota kesatu di Amerika yang tidak mengizinkan polisi dan badan-badan beda di kota tersebut untuk memakai teknologi pengenalan wajah atau facial recognition technology. Sebagian orang sekarang mulai cemas dengan eksistensi teknologi paling canggih, namun sebagian lainnya unik manfaat.

San Francisco, yang secara tidak sah dikenal sebagai ibukota teknologi modern di dunia, baru-baru ini menjadi kota kesatu di Amerika yang tidak mengizinkan polisi dan badan-badan lainya memakai teknologi pengenalan wajah. Mereka yang menyokong larangan tersebut mengatakan teknologi ini adalahancaman terhadap kemerdekaan sipil.

Nathan Sheard di Electronic Frontier Organization mengatakan, “Faktanya ialah para petugas penegak hukum dan badan-badan pemerintah lainnya bisa melacak masing-masing warga dan pemukim, termasuk saat mereka bergerak atau pindah lokasi. Ini berpotensi mengurangi keterampilan orang guna melakukan pekerjaan yang dibentengi oleh Amandemen Pertama, yang berarti menimbulkan akibat pada kemerdekaan sipil warga. Ini memprihatinkan.”


Sementara Aaron Peskin yang menjadi salah seorang anggota Dewan Pengawas San Fransisco menuliskan teknologi ini bisa disalahgunakan oleh pemerintah.

“Teknologi ini sudah salah mengidentifikasi 28 anggota Kongres Amerika dan ini bisa disalahgunakan oleh pemerintah,” ujarnya.

Kamera dengan teknologi pengenalan wajah dipakai di sebuah kiosk maskapai United Airlines di bandara (foto: ilustrasi).
Kamera dengan teknologi pengenalan wajah dipakai di sebuah kiosk maskapai United Airlines di bandara (foto: ilustrasi).

China telah memakai teknologi pengenalan wajah bukan hanya sebagai unsur dari operasi ketenteraman masif, namun juga sampai ke hal privat laksana di WC umum untuk mengawasi pemakaian tissue di WC. Piranti empuk pengenalan wajah bukanlah urusan baru, namun telah sejumlah tahun terakhir ini sudah semakin canggih.

Apple memakai teknologi pengenalan wajah sebagai fitur guna membuka kunci iPhone teranyar mereka. Para pemegang saham di Amazon sudah dua kali mengerjakan pemungutan suara untuk memberi batas pemakaian teknologi wajah di perusahaan itu, dan dua-duanya gagal.

Anggota-anggota Kongres masih mengkaji akibat teknologi tersebut terhadap kemerdekaan sipil.

Para pengecam menilai teknologi pengenalan wajah kadang-kadang tidak tepat, dan bahkan biasanya salah mengenali wajah wanita dan penduduk kulit berwarna.

Joy Buolamwini, salah seorang pendiri Algorithmic Justice League mengatakan, “Kongres paling tidak mesti menerbitkan moratorium terhadap pemakaian teknologi ini oleh polisi yang tanpa atau tidak cukup pengawasan, berpotensi untuk mengerjakan pelecehan/penganiayaan dan masalah-masalah teknis yang memunculkan risiko besar, khususnya pada masyarakat yang terpinggirkan.”


Tetapi mereka yang bekerja di bidang biometrik menuliskan teknologi ini bermanfaat untuk kemanusiaan.

Bruce Hanson, CEO dan pendiri Credence ID mengatakan, “Saya kira ini ialah waktu yang tepat dan menyenangkan untuk dunia biometrik. Ide awalnya ialah karena adanya orang jahat. Kita tahu bagaimana potret atau cerminan yang tidak tepat pada biometrik sebelumnya dapat memunculkan hal mengerikan.”

Perusahaan Hanson, Credence ID, memakai teknologi pengenalan wajah dan biometrik lainnya laksana cap ibu jari untuk menolong mengidentifikasi penduduk di negara berkembang yang memerlukan hal-hal laksana makanan, pasokan medis atau susu formula. Berdasarkan keterangan dari Bruce Hanson, larangan yang dikeluarkan San Fransisco terlampau berlebihan.

“Larangan ini menurut keterangan dari saya tidak pada tempatnya. Tentu saja saya dan anda butuh mengkaji bagaimana mempraktikkan teknologi ini. Kita bisa memperdebatkan di mana teknologi ini bisa digunakan, seberapa besar dan bagaimana sikonnya. Tetapi menghilangkan biometrik, ini laksana menghilangkan internet sebab dapat dipakai untuk destinasi baik dan pun buruk," tambah Bruce.

Kota-kota beda di Amerika sedang mempertimbangkan larangan laksana yang diberlakukan San Fransisco.Sementara perusahaan-perusahaan, badan dan organisasi pemerintah berupaya mengejar mekanisme lain. Belum jelas apakah ketentuan apapun mengenai teknologi pengenalan wajah ini dapat mengekor perkembangan cepat teknologi ini di masa depan. (em)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar