Teknologi Terbaru | Perusahaan Telekomunikasi Jerman dan Prancis Tolak Huawei - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Kamis, 13 Juni 2019

Teknologi Terbaru | Perusahaan Telekomunikasi Jerman dan Prancis Tolak Huawei

Hasil gambar untuk huawei logo

Teknologi Terbaru - Huawei pulang menghadapi penolakan. Kali ini perusahaan telekomunikasi di Jerman dan Prancis memberitahukan akan meninjau pulang strategi mereka. Deutsche Telekom dan Orange menyinggung tidak akan membina jaringan telekomunikasi mereka di masa depan dengan perlengkapan dari perusahaan China itu.

"Kami tidak akan memakai Huawei guna jaringan 5G," jelas CEO Orange Stephane Richard untuk reporter di Paris, laksana dikutip AFP. "Kami akan berkolaborasi dengan mitra lama kami, Ericsson dan Nokia."

Menanggapi urusan ini, Huawei menyebut bila mereka ketika ini tidak memasok perlengkapan 4G guna Orange di Prancis. Mereka pun menyebut tidak bakal masuk dalam rencana implementasi 5G perusahaan itu. Meski demikian, Huawei memasok perlengkapan jaringan Orange di luar Prancis dan akan tercebur dalam pengembangan 5G di sana.

"Deutsche Telekom paling serius dalam mempertimbangkan diskusi global soal ketenteraman perangkat jaringan dari vendor China," jelas perusahaan tersebut seperti dilansir Reuters. 


Selama ini Telekom menggunakan sekian banyak  vendor untuk melangsungkan jaringan telekomunikasinya. Mereka memakai perangkat dari Ericsson, Nokia, Cisco, dan Huawei. "Namun, kami bakal menimbang lagi soal strategi pengadaan kami," katanya. 

Perubahan ini penting sebab pejabat Jerman menyebut bila negara tersebut tidak berkeinginan mengucilkan perusahaan manapun dari pembangunan jaringan 5G. Hal ini diungkap menanggapi peringatan ancaman ketenteraman yang dilontarkan Washington. 

"Tidak terdapat kekhawatiran mengenai perusahaan individu," kata Altmaier di Berlin. "Tetapi masing-masing produk, setiap perlengkapan harus aman andai akan dipakai di Jerman," jelas Menteri Ekonomi Jerman Peter Altmaier, Jumat (15/12).

Kedua perusahaan itu ialah pemimpin pasar di setiap negara. Keduanya sebagian dipunyai oleh negara. Kebijakan ini dipungut untuk mengikuti tahapan AS yang pun melarang produk Huawei masuk ke negara itu. Langkah ini lantas dibuntuti oleh sekutu-sekutu AS, laksana Australia dan Jepang. 


Pejabat AS sudah memberitahu semua sekutunya bila Huawei ditunggangi oleh pemerintah China. Mereka pun menyebut bila perangkat jaringan Huawei barangkali mempunyai backdoor yang dapat memata-matai pra pemakai layanan telekomunikasi itu.

Huawei menyinggung bahwa mereka tidak mengejar adanya masalah ketenteraman yang diributkan AS. Ketegangan kian tinggi sesudah CFO Huawei ditahan guna diekstradisi ke AS. (eks/eks)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar