Teknologi Terbaru | Iron Man Pakai Teknologi 'Jarvis' - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Rabu, 19 Juni 2019

Teknologi Terbaru | Iron Man Pakai Teknologi 'Jarvis'

Rumah Zaman Now Pakai Teknologi 'Jarvis' Iron Man, Bisa?

Sekarang rumah Teknologi Zaman Menggunakan Iron Man 'Jarvis' Bisa?

Teknologi Terbaru - Dalam bisnis yang berbasis pada smart home seringkali ada dua tipe usaha yang dapat dijalankan. Menjual barang pabrikan pintar yang dapat kita beli satuan dan dapat kita instalasi sendiri. Kemudian terdapat jasa instalasi, desain, dan mengemas produk-produk pintar menjadi sebuah bangunan.

IKEA sebagai perusahaan furniture besar asal Swedia telah mulai menjual sejumlah perabot yang merangkap sebagai wireless charger. Kemudian IKEA pun menawarkan lampu pintar mempunyai nama Trådfri. Proses instalasinya gampang yaitu dengan memasang bohlam kemudian dekatkan dengan remote dan tahan tombol selama 10 detik untuk mengerjakan pairing. Lampu Trådfri pun dapat diakses melewati telepon pintar serta temperatur warnanya dapat berubah-ubah.

Adapula Xiaomi Yeelight, suatu lampu pintar keluaran Xiaomi yang dapat di pakai melalui Voice Command dengan pertolongan Google Assistant. Fitur yang ditawarkan nyaris serupa dengan Trådfri. Yang bertolak belakang hanya harga yang bersaing. 


Sedangkan perusahaan smart home yang memasarkan jasa instalasi memang belum seramai produk keluaran IKEA atau Xiaomi. Salah satu perusahaan yang menjalankan bisnis ini ialah Autonomus Smart Control Appliance (ASCA). Berdasarkan keterangan dari Calvin Sidik penerapan bisnis smart home dipecah menjadi dua yaitu kabel dan wireless.

Untuk instalasi smart home yang berbasis kabel butuh merubah kabin yang terdapat diseluruh rumah, atau dalam istilah teknisnya "urut kabel". Sedangkan wireless dapat di instalasi terhadap lokasi tinggal yang telah jadi.

"Jadi bila pemasangan yang memakai kabel tersebut harus memakai kabel UTP, otomatis seluruh kabel yang telah ada di lokasi tinggal harus diganti. Jadi, market pasarnya lebih spesifik yakni orang yang hendak bangun lokasi tinggal atau merenovasi rumah. Makanya anda lebih memilih wireless sebab lebih global, kesempatan pasarnya lebih banyak," ucap Calvin, Founder ASCA pada CNBC Indonesia di Greenlake, Jakarta (11/1/2009).

Untuk instalasi yang memakai wireless dapat memakai jaringan lokal nirkabel mempunyai nama Wifi, Z-Wave, DAN Zigbee. Berdasarkan keterangan dari Calvin ia lebih memilih Z-Wave dibanding jaringan nirkabel lainya sebab lebih aman dan tidak gampang dijebol hacker. Wifi pun mempunyai kekurangan andai diterapkan sebagai smart home sebab jaringanya lebih susah untuk menjebol tembok dibanding Z-Wave. 


Keraguan Menggunakan Smart Home

Publik tentu bertanya-tanya seberapa aman andai rumah anda terintegrasi dengan teknologi. Pasti pertanyaan yang kesatu kali hadir ialah, bagaimana andai rumah itu di hack?


"Topik ini baru saja heboh di dunia dan di Indonesia sebenarnya, namun ini tidak terdapat efek ke kami sebab barang yang kami tawarkan bukan barang yang murah. Jadi kita memiliki server yang yang dilengkapi firewall & security," kata Ganda S Osay, Co-Founder Smart Home Indonesia via pesan WhatsApp (15/1/2019). 

Sebaliknya Calvin membetulkan bahwa bisa jadi smart home di hack tersebut masih tetap ada sebab setara bank saja masih dapat di hack. Namun perlu waktu yang lama dan tidak dapat dengan perlengkapan sekelas notebook. 

"Sampai kini kita belum ketemu bahwa Z-Wave tersebut kena hack. Kalaupun dijebol dari jarak jauh dia mesti bobol ISP nya. Setelah tersingkap baru ruternya terbuka. Setelah ruter tersingkap masih terdapat firewall. Kasus tersebut jarang banget, barangkali for the next five ten years dapat tapi tentu pabrikan Z-Wave naikin security," kata Calvin.

Di samping permasalah hacker yang tak kalah penting ialah edukasi dan komunikasi andai kita memakai teknologi smart home. Misalnya terdapat mertua atau saudara jauh anda main kerumah dan dia tidak tau bagaimana mengoperasikan smart home sampai-sampai terkunci di dalam lokasi tinggal atau kasus-kasus lainya. Hal ini pernah dirasakan Alexander Wibowo di show room ASCA sejumlah waktu yang lalu.


"Kita kan punya assisten lokasi tinggal tangga yang seminggu sekali datang satu hingga dua kali. Suatu hari dia tanya kok lampu dapat nyala mati sendiri. saya bilang gausah takut, disini seluruh otomatis. Mungkin dia beranggapan rumah ini semacam haunted house," Kata Alex, Co-Founder ASCA pada CNBC Indonesia di Greenlake, Jakarta Barat. 

Mungkin permasalahan tersebut terkesan sepele namun andai tidak di pendidikan dengan baik maka permasalahan terjelek pun dapat saja terjadi menimpa siapapun. Alex menambahkan bahwa perlunya pemahaman di publik bahwa smart home memang telah berkembang dengan pesat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar