Teknologi Terbaru | Insinyur Jerman Akui Keunggulan Teknologi Industri China - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Kamis, 13 Juni 2019

Teknologi Terbaru | Insinyur Jerman Akui Keunggulan Teknologi Industri China

Insinyur Jerman Akui Keunggulan Teknologi Industri China

Teknologi Terbaru - Stefan Bachmeier masih menilik masa keemasan produsen mesin Jerman di Cina. Dia bekerja untuk suatu perusahaan mempunyai nama Kaeser Kompressoren, suatu perusahaan menengah dari Coburg, Jerman. Perusahaan ini mempunyai 5.000 tenaga kerja dan berspesialisasi dalam teknologi udara bertekanan.

"Saya ingat saat-saat saat Anda melulu perlu menuliskan 'lihat, ini ialah mesin Jerman,'" katanya. "Klien bakal membayar, ada tidak banyak tawar-menawar harga. Tetapi masa-masa tersebut telah berlalu," tambah Bachmeier, yang menjadi supervisor bisnis perusahaan tersebut di Asia.

Meskipun label "Made in Germany" masih paling dihargai, itu tidak lagi nilai jual yang unik. "Orang-orang Cina sudah menjadi paling percaya diri dan nasionalis ketika ini," kata Bachmeier untuk DW, "dan mereka paling serius dengan kampanye 'Made in China' mereka."

Bachmeier menuliskan kualitas produk dari Cina sudah meningkat dalam sejumlah tahun terakhir. Ia pun menunjukkan bahwa meskipun mesin mereka tetap kurang tepat guna dan kuat, mereka "tidak buruk sama sekali" dan dapat memenuhi keperluan pasar domestik.

Berbicara untuk DW di pameran industri Hannover, Bachmeier melafalkan perusahaannya berulang tahun ke-100 tahun ini. "Stan kami di pameran dulu selalu dimeriahkan oleh pebisnis Cina yang hendak membeli sesuatu, namun hari ini mereka mengajak Anda datang ke Cina andai Anda hendak menjual sesuatu untuk mereka."


Jerman terbelakang di infrastruktur?

Cen Guojian, pendiri perusahaan produsen gigi motor Zhongda Leader dari Ningbo, Cina, menuliskan bahwa belum lama ini peserta pameran dari negaranya tidak terlalu diacuhkan di pameran, tetapi sekarang mereka menjadi pusat perhatian.

Zhongda Leader ialah salah satu dari 1.500 perusahaan Cina yang muncul di pameran Hannover Messe. Perusahaan ini mulai dengan melulu lima karyawan pada tahun 2006 dan sejak tersebut berkembang menjadi perusahaan dengan 1.400 pekerja. Cen percaya bahwa Cina masih mempunyai jalan panjang sebelum menjadi pemimpin global. "Tetapi sejauh mencantol infrastruktur, kami sudah jauh meninggalkan Jerman. Di Jerman, masih terdapat tempat-tempat tanpa akses internet - tersebut tidak barangkali terjadi di Cina," tambahnya.

Fang Weizhong setuju bahwa situasinya sekarang berubah. "Sekitar 10 tahun yang lalu, pengunjung dari Cina bakal kagum dengan apa yang sedang diproduksi, misalnya, di pabrik Siemens," kata CEO Easitech itu. Easitech ialah perusahaan yang memproduksi mesin guna mobil listrik. "Saat ini, tidak sedikit pabrik Jerman yang tampak tidak unik jika dikomparasikan dengan pabrik Cina."

Cina ialah pasar terbesar di dunia guna kendaraan listrik. Tahun kemudian saja, selama 1,3 juta unit terjual di negara Asia, sementara melulu sekitar 70.000 unit diproduksi di Jerman pada tahun 2018. Ini berarti bahwa mayoritas mesin Easitech dipasarkan kepada pelanggan Cina, kata Fang.


Tetapi andai Anda menyaksikan stand Easitech di pameran Hannover Messe dengan lebih seksama, Anda pun akan dapat menyaksikan robot dari perusahaan Swiss ABB. "Di sini lah letak kekurangan kami," kata Fang. "Kami masih memerlukan perangkat keras dari negara-negara industri terkemuka untuk menciptakan produk kami. Dia pun mengungkapkan bahwa Cina perlu tidak sedikit mengejar ketinggalan dalam urusan pelatihan pekerja terampil."

Persaingan semakin ketat

Kesenjangan dalam bidang robotika antara Cina dan semua pesaingnya sudah berkurang dengan nyata, khususnya di bidang robot konstruksi ringan, atau cobot (disingkat dari "construction robot"-red). Cobot ditafsirkan sebagai robot yang bekerja bareng dengan insan sebagai teman kerja, kata Gerald Vogt, yang mengepalai segmen robotika di perusahaan kiat Swiss, Stäubli.

"Sudah terdapat 40-50 produsen cobot di Cina, tidak sedikit dari mereka pemula," kata Vogt. "Pemerintah Cina memompa subsidi dalam jumlah besar ke bisnis tersebut. Sekitar sepertiga dari seluruh robot yang dipasarkan di Cina ketika ini sebetulnya diproduksi oleh perusahaan Cina sendiri."

Hanya terdapat satu urusan yang dapat dilakukan perusahaan Eropa guna tetap kompetitif. "Sangat penting untuk kita guna tetap menjadi inovatif dan mempercepat proses pengembangan," kata Vogt untuk DW. "Mungkin Cina masih ketinggalan dalam urusan parameter kinerja robot mereka, namun mereka menjual produk mereka dengan paling cepat."

Stefan Bachmeier dari Kaeser Kompressoren percaya bahwa penambahan yang stabil dibutuhkan untuk tetap unggul dalam bisnis ini. Dia memandang Industri 4.0 sebagai kesempatan besar, meskipun proses digitalisasi menjadi urusan yang sulit untuk perusahaan kecil dan menengah.

"Jika kita melulu membuat mesin, anda akan mendatangi jalan buntu - meskipun mesin dapat terus dikembangkan guna menjadi lebih baik," katanya. "Tetapi Industri 4.0 berarti kombinasi perlengkapan keras dan perlengkapan lunak, dan tersebut dapat memberi anda keunggulan dikomparasikan pesaing kita."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar