Teknologi Terbaru | Huawei Komentari Google yang Setop Android di Ponsel Mereka - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Senin, 10 Juni 2019

Teknologi Terbaru | Huawei Komentari Google yang Setop Android di Ponsel Mereka

Huawei Komentari Google yang Setop Android di Ponsel Mereka
Ilustrasi (REUTERS/Jason Lee)

Teknologi Terbaru - Huawei berkomentar berhubungan pemblokiran layanan Google terhadap perusahaannya. Huawei menyebut bakal tetap memberikan sokongan untuk pembaruan ketenteraman dan purna jual guna smartphone dan tablet mereka yang memakai sistem operasi Android kepunyaan Google.

"Huawei bakal terus menyerahkan pembaruan ketenteraman dan layanan purna jual untuk seluruh produk smartphone dan tablet Huawei dan Honor yang terdapat yang merangkum yang telah dipasarkan atau yang masih terdapat sebagai stok secara global," tulis Huawei dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (20/5). 

Pernyataan ini dikeluarkan sebagai reaksi atas keputusan Google yang bakal menghentikan sokongan layanan laksana Gmail, Google Maps, sampai Android. 


Keputusan Google ini menyusul kepandaian Pemerintah AS yang mengerjakan pelarangan produk teknologi AS digunakan oleh Huawei. Di samping Google, Qualcomm dan Intel pun akan menghentikan pasokan cip mereka ke perusahaan China itu. 

Meski demikian, pernyataan tersebut tidak menyerahkan penjelasan bagaimana Huawei bakal terus memberikan sokongan pembaruan ketenteraman pada perlengkapan Android mereka. Sebab, pembaruan keamanan seringkali dilakukan oleh Google. 

Tahun lalu, Huawei telah memasarkan 203 juta ponsel di semua dunia. Angka ini naik dari penjualan 2017 sejumlah 150 juta perangkat. Berdasarkan data Gartner, Huawei telah sukses menggeser Apple sebagai penjaja perangkat ponsel terbesar kedua di dunia mengikuti Samsung. Berdasarkan keterangan dari laporan IDC, pada kuartal kesatu 2019 Huawei telah memasarkan 59 juta perangkat. 


Dengan adanya larangan ini, jutaan pemakai Huawei dalam bahaya kehilangan akses guna mendapatkan tambalan software ketenteraman dan penyaluran pembaruan sistem operasi Android. 

Untuk menghindari urusan ini, Google dapat saja menciptakan sistem operasinya sendiri. Tapi tentu tahapan ini tak mudah. Samsung sempat akan menciptakan sistem operasi sendiri, Tizen. Namun, sampai saat ini, perusahaan Korsel tersebut tak kunjung merilis sistem operasi tersebut. 

Mozilla juga sempat bakal merilis sistem operasi pilihan di masa mula Android meledak di pasaran. Namun, tetap kalah populer dari Android. (eks/eks)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar