Teknologi Terbaru | Beredar Isu Internet Mati Malam Ini, Kominfo Bantah - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Jumat, 31 Mei 2019

Teknologi Terbaru | Beredar Isu Internet Mati Malam Ini, Kominfo Bantah

Beredar Isu Internet Mati Malam Ini, Kominfo Bantah
Beredar Isu Internet Mati Malam Ini, Kominfo Bantah Ilustrasi (/Andry Novelino)

Jakarta, Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyangkal kabar yang sempat beredar di layanan pesan instan WhatsApp yang mengandung informasi bahwa pihak Kementerian Kominfo bakal mematikan akses internet pada pukul 18.00 WIB hingga 20.00 WIB.

"Informasi itu tidak benar. Pemerintah melulu lakukan pembatasan akses terhadap sosial media dan messaging app," kata Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu melewati pesan singkat yang diterima CNNIndonesia, Kamis (23/5).

Sebelumnya, beredar informasi di software WhatsApp bahwa Kemenkominfo bakal mematikan akses layanan internet di semua kota di Indonesia mulai pukul 18.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Di samping itu, pesan yang dikirim oleh orang yang tidak bertanggung jawab tersebut mengandung informasi hoaks bersangkutan sebanyak sosial media tengah diperhatikan seperti Twitter, Facebook, dan Instagram.


"Menginformasikan bahwa sinyal internet guna di berhentikan di semua Indonesia mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB," kata pengirim pesan yang tidak dikenal melewati pesan singkat yang diterima CNNIndonesia, Kamis (23/5).

"Semua kegiatan ponsel dan lain-lain terpantau 100 persen. Mulai kelak sudah berlaku, seluruh panggilan dicatat, seluruh panggilan telepon tersimpan, WhatsApp dipantau, Twitter dipantau, Facebook dipantau, seluruh media sosial dan forum dimonitor."

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengaku gangguan media sosial akan dilangsungkan selama tiga hari. 

Berdasarkan keterangan dari Menkominfo Rudiantara, gangguan media sosial ini dilaksanakan bertahap dan sementara. Akibatnya, pemakai bakal kesuliutan saat mengunduh atau mengunggah potret dan video sebab aksesnya melambat.

Hal ini dilaksanakan untuk menangkal penyebaran hoaks lewat media sosial. Sebab, penyebaran video dan potret ini punya pengaruh psikologis yang paling besar untuk penerimanya. (din/eks)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar