Teknologi Terbaru 2 | Uang China di Balik Raksasa E-Commerce Indonesia - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Selasa, 21 Mei 2019

Teknologi Terbaru 2 | Uang China di Balik Raksasa E-Commerce Indonesia

Uang China di Balik Raksasa E-Commerce Indonesia
Ilustrasi (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta,  Indonesia -- Investor asal China menjadi pendukung utama untuk beberapa perusahaan e-commerce terkemuka di Indonesia. Hal ini terungkap menurut laporan dari iPrice, agregator melakukan pembelian barang daring. 

Dalam laporan Map of E-commerce Indonesia Q1 2019, dilafalkan ada lima perusahaan e-commerce yang didanai oleh investor China antara lain, Tokopedia (Alibaba), Shopee (Tencent), Lazada (Alibaba), JD ID (JD), dan AliExpress (Alibaba).

Di samping investor dari China, beberapa perusahaan e-commerce lainnya pun didanai oleh investor asing laksana Amazon dan Zilingo (Amerika Serikat), Zalora (Jerman), dan Bukalapak (Korea).

iPrice pun merilis laporan lainnya berhubungan peta perusahaan e-commerce di Indonesia pada kuartal kesatu, dalam laporannya masyarakat Indonesia sangat sering menunjungi website Tokopedia dan Bukalapak guna menggali barang yang mereka inginkan.

Tokopedia sedang di peringkat kesatu dengan jumlah pengunjung terbanyak masing-masing bulan yaitu 137 juta trafik per bulan. Perusahaan e-commerce kepunyaan anak bangsa ini dinamakan konsisten menduduki posisi teratas semenjak periode kuartal kedua tahun 2018. Saat itu, pengunjung Tokopedia menjangkau 111 juta orang.


Perusahaan e-commerce lokal lainnya yaitu Bukalapak menduduki urutan kedua, dengan rata-rata trafik mencapai 115 juta per bulannya.

Di samping itu, keduannya pun masuk ke jajaran lima besar e-commerce dengan trafik situs terbanyak di regional Asia Tenggara. Tokopedia dan Bukalapak berlomba dengan dua pemain e-commerce asal Singapura yaitu Shopee dan Lazada dan e-commerce asal Vietnam yaitu Tiki sepanjang periode kuartal keempat 2018 sampai kuartal kesatu 2019.

Tak melulu Tokopedia dan Bukalapak, Shopee pun mencatat peningkatan trafik situs terbanyak pada kuartal kesatu tahun ini. Jumlah trafik situs Shope di Indonesia meningkat sampai lebih dari 117 persen dikomparasikan jumlah trafik kuartal kesatu 2018.

Pengunjung perusahaan e-commerce asal Singapura ini terdaftar 74 juta trafik per bulan sepanjang kuartal kesatu 2019. Sedangkan kuartal kesatu tahun lalu, Shopee dapat mendatangkan pengunjung sejumlah 34 juta orang ke website versi Indonesia.


Namun, minimal ada 20 pemain yang terbit dari persaingan e-commerce di Indonesia semenjak kuartal kesatu tahun 2017. Pemain e-commerce yang keluar tersebut kebanyakan adalahperusahaan e-commerce kecil laksana What We Like, Tororo, Frozen Shop, Livaza, Brandoutlet, UKM Market, Kinerja Mall, Onmol, KuKa, shoppe33, Seroya Mart, Mart Jualan, Paraise Store, Lojai, Toko1001, Benlieschoice, Tokologi, Ngshope, Shoes Vaganza, dan Caristyle.

Di satu sisi terjadi peningkatan pemin di pasar e-commerce Indonesia terutama di bidang elektronik. Pada kuartal kesatu 2019 pemain pasar e-commerce elektronik meningkat menjadi 8 pemain yakni Bhinneka, Laku6, Jakarta Notebook, PlazaKmaera, Pasarwarga, Pemmz, Electronic City, dan Electronic Solution. (eks/eks)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar