Teknologi Terbaru 2 | Perusahaan Teknologi Israel Dituding Manfaatkan WhatsApp Bagi Memata-matai Aktivis - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Jumat, 17 Mei 2019

Teknologi Terbaru 2 | Perusahaan Teknologi Israel Dituding Manfaatkan WhatsApp Bagi Memata-matai Aktivis

Perusahaan Teknologi Israel Dituding Manfaatkan WhatsApp Untuk Memata-matai Aktivis
Ilustrasi WhatsApp. ©2016 vishwagujarat.com

Jakarta, Indonesia - Sebuah perusahaan Israel yang dituduh memasok alat guna memata-matai aktivis hak asasi insan dan wartawan kini menghadapi tuntutan bahwa teknologinya bisa memanfaatkan celah ketenteraman di WhatsApp, software pengiriman pesan yang dipakai oleh 1,5 miliar orang, guna masuk ke komunikasi digital iPhone dan ponsel pemakai Android.

Peneliti ketenteraman mengatakan telah mengejar apa yang dinamakan spyware - yang dirancang untuk memungut keuntungan dari kekurangan WhatsApp - yang berisi ciri khas teknologi dari perusahaan NSO Group.

Teknisi WhatsApp bekerja sepanjang masa-masa untuk menanggulangi kerentanan itu dan merilis versi terbaru WhatsApp Senin lalu. Perusahaan ini mendorong pelanggan memperbarui software mereka secepat mungkin.

"WhatsApp mendorong pemakai untuk menambah ke versi teranyar dari software kami, serta mengawal sistem operasi seluler mereka masih up to date, untuk mengayomi dari potensi pembobolan informasi yang tersimpan di perlengkapan seluler," kata perusahaan kepunyaan Facebook tersebut dalam suatu pernyataan, dikutip dari The New York Times, Rabu (15/5).


Peneliti mengatakan, kekurangan WhatsApp dimanfaatkan guna menargetkan seorang pengacara London yang tercebur dalam permasalahan tuntutan hukum yang mendakwa NSO Group meluangkan alat guna meretas ponsel Omar Abdulaziz, seorang penentang Saudi di Kanada; penduduk negara Qatar; dan sekelompok jurnalis dan aktivis Meksiko. Para peneliti percaya susunan target dapat lebih panjang.

Penyerang digital dapat memakai kelemahan software tersebut guna memasukkan kode riskan dan menculik data dari ponsel Android atau iPhone melulu dengan menanam panggilan WhatsApp, bahkan andai korban tidak mengusung panggilan.
Ketika pakar WhatsApp mengecek kerentanannya, mereka menyimpulkan tersebut serupa dengan alat beda dari NSO Group, disaksikan dari jejak digitalnya.

Pengacara, yang berkata dengan kriteria anonim sebab khawatir jadi target pembalasan, mengutarakan kecurigaannya bahwa teleponnya sudah diretas ketika dia mulai kehilangan panggilan video WhatsApp dari nomor telepon Swedia pada jam-jam tak biasa.
Pengacara tersebut menghubungi Citizen Lab di Munk School of Global Affairs Universitas Toronto, yang menolong mengungkap pemakaian produk NSO Group dalam serangan terhadap jurnalis, penentang dan aktivis.


Sepuluh hari yang lalu, saat Citizen Lab menginvestigasi insiden itu, semua teknisi di WhatsApp menemukan kegiatan panggilan suara yang tidak normal pada sistem mereka. Demikian dikatakan seorang karyawan WhatsApp yang akrab dengan penyelidikan, yang berkata dengan kriteria anonim sebab penyelidikan masih berlangsung.

WhatsApp melapor ke organisasi hak asasi insan tentang ancaman itu dan memahami dari Citizen Lab bahwa kerentanan dimanfaatkan guna menargetkan pengacara.

WhatsApp menuliskan telah memperingatkan Departemen Kehakiman atas serangan itu. Kesalahan WhatsApp kesatu kali diadukan pada hari Senin oleh The Financial Times.

Produk-produk NSO Group, yang beroperasi secara rahasia sekitar bertahun-tahun, ditemukan pada tahun 2016 sebagai unsur dari kampanye mata-mata pada iPhone seorang aktivis hak asasi insan yang kini dipenjara di Uni Emirat Arab melewati kerentanan ketenteraman Apple yang tidak diungkapkan. Sejak ketika itu, spyware Grup NSO sudah ditemukan di iPhone jurnalis, penentang dan bahkan berpengalaman gizi.

Perusahaan tersebut sudah lama mengampanyekan produknya dipasarkan ke lembaga pemerintah semata-mata guna memerangi terorisme dan menolong penyelidikan penegakan hukum.

NSO Group menuliskan dalam sebuah pengakuan pada Senin, spyware-nya secara ketat dilisensikan ke badan-badan pemerintah dan bakal menyelidiki sangkaan penyalahgunaan tersebut.
Perusahaan tersebut mengatakan tak tercebur dalam mengidentifikasi target dengan memanfaatkan teknologi yang dikembangkannya, tergolong terhadap pengacara yang baru-baru ini menggugatnya.

Tanggapan NSO konsisten dengan tanggapan sebelumnya dari perusahaan Israel, yang mengklaim mempunyai komite etika internal yang menyimpulkan apakah akan memasarkan ke negara menurut daftar hak asasi insan mereka atau tidak.

Spyware NSO ditemukan dimanfaatkan pemerintah Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan Meksiko.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar