Teknologi Terbaru 2 | Pakar Ungkap Tiga Kesulitan Jika Huawei Pakai OS Sendiri - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Rabu, 29 Mei 2019

Teknologi Terbaru 2 | Pakar Ungkap Tiga Kesulitan Jika Huawei Pakai OS Sendiri

Pakar Ungkap Tiga Kesulitan Jika Huawei Pakai OS Sendiri
Ilustrasi (Reuters)
Jakarta, Indonesia -- Direktur Penelitian dari Counterpoint, Neil Shah Pertama, menyinggung ada sejumlah kendala yang bakal dihadapi Huawei bila berkeinginan memakai sistem operasi (Operating System/OS) sendiri.

Huawei sebelumnya menyatakan telah menyiapkan sistem operasi sendiri guna menggantikan Android di perlengkapan smartphone dan Windows di laptop. 

Kesulitan kesatu, kata Neil, ialah Huawei perlu menciptakan sistem operasi dengan aplikasi yang senyaman Android dan berbagai software yang beragam. 

Kesulitan kedua, masalah keamanan software yang dipakai pada sistem operasi anyar itu. Berdasarkan keterangan dari Shah, meyakinkan keamanan software bisa jadi menjadi kegiatan rumah yang besar untuk Huawei sebab membutuhkan sumber daya yang intensif. 

"Memastikan keamanan software sangat penting, tergolong memindai dan mengerjakan sertifikasi aplikasi," jelasnya. 

Di samping masalah software, Huawei pun kemungkinan akan kendala mendapat pasokan cip. Rabu (22/5) lalu, perusahaan semikonduktor ARM menyimpulkan untuk menunda bisnisnya dengan Huawei. ARM ialah dasar dari arsitektur chipset produksi Huawei, Kirin 980. 


Chipset ini menjadi dasar dari kepintaran sebuah ponsel. Sistem operasi yang dipakai sangat bergantung pada arsitektur chipset. Jika ARM ikut menutup Huawei, maka ini bakal menjadi masalah untuk sistem operasi Huawei. Terutama andai sistem operasi itu diciptakan berbasis pada arsitektur ARM. 

Sebelumnya, Richard Yu, Kepala Divisi Konsumer Huawei, menyinggung dua sistem operasi mereka bakal siap pada kuartal empat tahun ini. Lantas kedua sistem operasi tersebut akan siap dipakai pada mula 2020 selama kuartal 1 atau 2. Di samping itu, sistem operasi ini pun akan meluangkan toko software sendiri yang dinamakan App Gallery. 

"Saat ini Huawei masih berkomitmen (menggunakan) Microsoft Windows dan Google Android. Tapi bila kami tak dapat menggunakan itu, Huawei mempersiapkan rencana pilihan untuk memakai sistem operasi kami sendiri," jelas Yu, laksana dikutip CNBC. 

Namun, bila dapat memilih, Huawei tidak hendak menggunakan sistem operasi mereka sendiri. "Kami tidak mau mengerjakan hal ini namun kami darurat melakukannya sebab pemerintah AS," seperti dikutip Business Insider. 

Diketahui, Google memberitahukan pemblokiran pada Huawei dari pembaruan aplikasi Android. Hal ini dilaksanakan karena pemerintah AS menerapkan aturan supaya perusahaan AS menciptakan perizinan ke pemerintah sebelum memasarkan apapun untuk Huawei. 



Ini berarti Huawei tak dapat lagi melakukan pembelian lisensi sistem operasi Android dari Google. Namun belakangan, pemerintah AS mengizinkan Huawei tetap memakai teknologi AS sekitar 90 hari ke depan. 

Jika Huawei tidak diizinkan lagi memakai Android, maka urusan ini bakal menjadi masalah untuk para pemakainya. Sebab, mereka akan kendala untuk memasang software favorit dari Play Store.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar