Teknologi Terbaru 2 | Lazada Akui E-Commerce C2C Sulit Halau Barang Palsu - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Kamis, 23 Mei 2019

Teknologi Terbaru 2 | Lazada Akui E-Commerce C2C Sulit Halau Barang Palsu

Lazada Akui E-Commerce C2C Sulit Halau Barang Palsu
Ilustrasi (CNN Indonesia/Safir Makki)

Jakarta, Indonesia -- CEO Lazada Alessandro Piscini mengakui sulitnya menghalau peredaran barang palsu untuk e-commerce dengan model bisnis customer to customer (C2C) di semua dunia. Sebab, dengan model bisnis C2C berarti seluruh orang yang mempunyai akun Lazada dapat menjadi penjual.

Piscini pun mengakui bahwa dagangan dari merek familiar yang tidak jarang menjadi sasaran pemalsuan atau istilahnya KW. Oleh karena tersebut Lazada juga menggelontorkan LazMall guna meyakinkan produk yang dibeli pelanggannya ialah produk asli, baik sepatu, tas, atau ponsel. 

"Dari perspektif kami, kami juga hendak meyakinkan konsumen dengan adanya channel berhubungan 100 persen menjaga kemurnian barang. Dan kami bakal buat channel tersebut lebih banyak. LazMall kami jaminan itu seluruh barang asli," kata Piscini saat didatangi saat konferensi pers di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (1/11).

Lazmall sendiri adalahplatform dimana akun-akun toko sah Lazada dikumpulkan. Sehingga, di platform ini melulu pemegang merek, penyalur dan penjaja resmi yang dapat berjualan disana. 


Sementara guna layanan jual beli online reguler, Lazada menyinggung pihaknya hanya dapat menjadi penengah antara pembeli dan penjual andai ditemukan barang palsu. Penindakan yang barangkali dilakukan ialah dengan mengerjakan pemblokiran akun penjual.

"Posisi kami ialah segera mengerjakan tindakan bilamana ada laporan dari empunya hak paten. Tindakan kami ialah dengan mengerjakan pemblokiran akun," ujar Piscini.

Di samping keluhan dari pemegang merek, Piscini pun mengatakan bahwa review dari konsumen pun menjadi masukan untuk Lazada untuk mengawal platformnya dari peredaran barang palsu. Dengan adanya review, Lazada bakal terbantu sehingga dapat melakukan penindakan lebih cepat.


"Kami tidak jarang kali coba untuk mencuci platform dari barang palsu secara otomatis maupun manual, makanya review dari konsumen pun penting," kata Piscini. 

Piscini menuliskan pihaknya pun melakukan tahapan pro-aktif untuk mengurangi peredaran barang palsu di platform. Salah satunya ialah dengan mengerjakan peninjauan tentang kepandaian Lazada.

"Kami terus meninjau policy kami dan mendorong policy untuk mengurangi peredaran barang palsu," ujar Piscini.

Dari segi sistem keamanan, Piscini pun mengatakan pihaknya memakai kecerdasan produksi (AI) yang dapat mendeteksi peredaran barang palsu di platform Lazada.

"Kami terdapat tool guna menilai mana yang palsu dan mana yang bukan. Tapi pasti saja masih saja dapat ada yang lolos sebab ini kan seluruh orang dapat jualan," kata Piscini tanpa menyatakan lebih rinci.

Lazada berkomitmen mengawal peredaran barang palsu di platformnya , lagipula sebentar lagi Lazada akan melangsungkan pesta diskon 11.11. (jnp/eks)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar