Teknologi Terbaru 2 | Ketua DPR Ajak Pihak Swasta Bantu Dunia Pendidikan - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Rabu, 15 Mei 2019

Teknologi Terbaru 2 | Ketua DPR Ajak Pihak Swasta Bantu Dunia Pendidikan

Ketua DPR Ajak Pihak Swasta Bantu Dunia Pendidikan
Bambang Soesatyo saat menghadiri penandatanganan prasasti 

Jakarta, Indonesia - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyuruh pihak swasta guna turut aktif dalam pembangunan edukasi nasional.

Khususnya, dalam menolong penyediaan sarana dan prasarana penunjang pekerjaan kependidikan.

Bamsoet, sapaan akrabnya, menuliskan kolaborasi antara swasta dengan institusi pendidikan dapat mempercepat penambahan kualitas pendidikan, yang pada kesudahannya akan menyerahkan efek positif untuk para peserta didik.

"Sebagaimana telah diperlihatkan oleh Mochtar Riady Institute For Nanotechnology yang berkolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI) dalam membina kembali Gedung Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) UI," kata Bamsoet ketika menghadiri penandatanganan prasasti dan peresmian gedung Mochtar Riady Social and Political Research Center, di kampus FISIP UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (2/5/2019).

Gedung ini, sambung dia, bakal menjadi nafas baru untuk kampus UI sebab telah siap pakai, di bina dengan standar tinggi guna menunjang pekerjaan belajar mengajar, riset maupun pekerjaan pendidikan lainnya.


Turut muncul dalam acara itu antara beda Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Prof Mohammad Nasir, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Rektor Universitas Indonesia Prof. Muhammad Anis, Dekan FISIP UI Dr. Arie Setiabudi, Pendiri dan Chairman Mochtar Riady Institute for Nanotechnology Dr. HC. Mochtar Riady, serta sekian banyak  kalangan civitas akademika Universitas Indonesia.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang mencakup Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini mengungkapkan, DPR RI bareng pemerintah sudah menjalankan amanah UUD 1945 guna mengalokasikan perkiraan pendidikan sebesar 20 persen dari APBN masing-masing tahunnya.

Seiring sehatnya pengelolaan APBN, perkiraan pendidikan pun mengalami penambahan setiap tahun.

Dari mulai Rp 419,8 triliun di APBN 2017, menjadi Rp 444,1 triliun di APBN 2018, dan sekarang mencapai Rp 492,5 triliun di APBN 2019.

"Besarnya perkiraan tersebut tidak melulu dipusatkan dalam satu kementerian saja. Melainkan tersebar di sekian banyak  pos kementerian yang pun punya peran dalam dunia pendidikan. Baik tersebut dalam penambahan sumber daya insan di setiap kementerian, maupun yang bersangkutan langsung dengan edukasi masyarakat dari mulai PAUD sampai pendidikan tinggi,” tuturnya.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini tidak memblokir mata sekalipun perkiraan pendidikan jumlahnya lumayan besar, tetapi belum dapat memenuhi seluruh aspek urgen dalam penambahan kualitas pendidikan.

Karena itu dibutuhkan peran swasta. Hal laksana ini lumrah dilaksanakan di sekian banyak  institusi edukasi di sekian banyak  negara, di mana swasta menyisihkan deviden yang didapat dari hasil usahanya untuk menolong pengembangan dunia pendidikan.

"Mau tidak mau, swasta mesti turut berperan aktif. Karena dengan turut menyerahkan perhatian di dunia pendidikan, swasta sudah membantu mencetuskan sumber daya insan yang unggul. Dan, pada kesudahannya juga dapat membantu pekerjaan usaha di sekian banyak  bidang. Apa yang dilaksanakan Mochtar Riady Institute For Nanotechnology dengan membina kembali Gedung FISIP UI, paling patut dicontoh oleh kalangan usaha lainnya," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar