Teknologi Terbaru 2 | John Wheeler, Pencetus Istilah Lubang Hitam yang Kian Populer - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Kamis, 23 Mei 2019

Teknologi Terbaru 2 | John Wheeler, Pencetus Istilah Lubang Hitam yang Kian Populer

John Wheeler, Pencetus Istilah Lubang Hitam yang Kian Populer
Ilustrasi lubang hitam. (Foto: REUTERS/NASA/JPL-Caltech/Handout)

Jakarta,  Indonesia -- Istilah lubang hitam yang makin populer kesatu kali dilahirkan oleh fisikawan asal AS, John Archibald Wheeler. Di era 1960-an, Wheeler mengenalkan istilah black hole atau lubang hitam dan worm hole atau lubang cacing dan sejumlah istilah lainnya berhubungan astronomi.

Meski dikenal sebagai fisikawan, Wheeler berasal dari family pustakawan. Pria kelahiran 9 Juli 1911 ini menyelesaikan studi sarjananya di Baltimore City Collage apda 1926 dan melanjutkan studi untuk menelaah fisika di bawah pemantauan Karl Herzfel di John Hopkins University.

Wheeler menempuh studi doktoral dan menciptakan disertasi tentang teori dispersi dan penyerapan helium hingga ditetapkan lulus pada 1933. Usai mengantongi gelar doktor, ia mengerjakan perjalanan ke Copenhagen, Denmark guna bekerja paruh waktu guna Niels Baohr yang dikenal sebagai bapak revolusi teori kuantum.Temuan urgen tersebut lantas diperkenalkan oleh Wheeler ketika ia melanjutkan studi guna mengantongi gelar profesor fisika di Princeton University pada 1938. S-matrix yang menghubungkan keadaan mula dan akhir dari sebuah interaksi partikel yang bisa menjadi alat paling berguna untuk fisika partikel.


Bersama dengan tidak sedikit fisikawan terkemuka lainnya, Wheeler menyela karier akademisnya sekitar Perang Dunia II guna berpartisipasi dalam pengembangan bom atom AS sebagai unsur dari Manhattan Project.

Usai Perang Dunia II, ia pulang ke Princeton guna melanjutkan karier akademisnya dan mulai melatih mata kuliah berhubungan gravitasi Albert Einstein pada mula 1950-an. Pada 1957 ketika bekerja pada ekstensi ke relativitas umum, Wheeler mengenalkan kata 'worm hole' atau lubang cacing guna mencerminkan terowongan hipotetis.

Pertemuan dengan Baohr mendorong Wheeler mempelajari lebih dalam soal fisi nuklir dalam fisika kuantum dengan mengembangkan partikel urgen yang kemudian disebut 'S-matrix'.

Temuan urgen tersebut lantas diperkenalkan oleh Wheeler ketika ia melanjutkan studi guna mengantongi gelar profesor fisika di Princeton University pada 1938. S-matrix yang menghubungkan keadaan mula dan akhir dari sebuah interaksi partikel yang bisa menjadi alat paling berguna untuk fisika partikel.

Bersama dengan tidak sedikit fisikawan terkemuka lainnya, Wheeler menyela karier akademisnya sekitar Perang Dunia II guna berpartisipasi dalam pengembangan bom atom AS sebagai unsur dari Manhattan Project.


Usai Perang Dunia II, ia pulang ke Princeton guna melanjutkan karier akademisnya dan mulai melatih mata kuliah berhubungan gravitasi Albert Einstein pada mula 1950-an. Pada 1957 ketika bekerja pada ekstensi ke relativitas umum, Wheeler mengenalkan kata 'worm hole' atau lubang cacing guna mencerminkan terowongan hipotetis.

Mengutip Physics of the universe, Wheeler bekerja secara intensif pada teori keruntuhan gravitasi dan istilah 'black hole' atau lubang hitam yang diciptakannya ketika menjadi penceramah di ajang NASA Goddard Institute of Space Studi di tahun 1967.

Isitlah yang diperkenalkan Wheeler adalahkelanjutan dari teori relativitas yang diperkenalkan Einstein. Gagasan Einstein menjelaskan bahwa gravitasi dan akselerasi tidak dapat dipisahkan serta mencerminkan gravitasi sebagai sifat geometri dari ruang-waktu, yang mengarah pada gejala seperti 'black hole' atau lubang hitam dan 'worm hole' atau lubang cacing.

Usai kematian Einstein, Wheeler melanjutkan penelusuran bersangkutan peran gravitasi dalam teori fisika Grand Unified dan menjadi di antara pelopor di bidang gravitasi kuantum.


Semasa hidupnya, Wheeler dianugerahi serangkaian gear kebesaran dari 18 institusi. Wheeler diberitakan tutup usia dampak menderita rada paru-paru pada 13 April 2018 di umur 96 tahun di New Jersey, AS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar