Teknologi Terbaru 2 | 80% Kesuksesan Diraih Melalui Pendidikan - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Selasa, 14 Mei 2019

Teknologi Terbaru 2 | 80% Kesuksesan Diraih Melalui Pendidikan

Hasil gambar untuk 80% Kesuksesan Diraih Melalui Pendidikan
Ilustrasi: Foto Okezone

Jakarta, Indonesia - Era revolusi industri 4.0 masa mendatang bangsa Indonesia bertumpu untuk anak muda sebagai penerus bangsa. Kreativitas dan inovasi dari anak muda bakal melahirkan sekian banyak  sumber ekonomi baru yang diinginkan menjadi motor penggerak ekonomi bangsa di era Revolusi Industri 4.0.

Oleh sebab itu, mempersiapkan anak muda Indonesia guna menjadi Making Indonesia 4.0 bakal merubah tidak sedikit aspek, laksana revolusi kebiasaan dan revolusi insan dalam sekian banyak  aspek kehidupan. Bukan sekadar revolusi teknologi, tetapi revolusi yang membawa nilai dan norma baru dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Program Making Indonesia 4.0 adalahbagian dari Revolusi Mental yang menjadi kegiatan nasional. Revolusi Industri 4.0 menjadi peluang untuk Indonesia guna berkreasi dan berinovasi dengan benak dan hati tersingkap untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik.

Berdasarkan keterangan dari Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr., saatnya seluruh pihak mempersiapkan kaum muda menghadapi era baru yakni revolusi industri 4.0. Revolusi industri yang menuntut kompetensi dari sumber daya insan yang luar biasa, tidak melulu ketekunan dan kepandaian, namun pun kecerdasan-kecerdasan yang beda seperti kepintaran emosional laksana bekerja sama dengan orang lain.


“Padahal, berempati dengan orang lain, team work yang bagus laksana itulah yang dituntut oleh revolusi industri 4.0. Bayangkan saja bila kebiasaan kita masih 0.4, urusan tersebut tidak dapat lagi, dengan kata lain kita egois tidak saling membantu, tidak mempunyai kompetensi. Tidak punya email saja di zaman sekarang tersebut sudah sebuah ketertinggalan. Tidak dapat mengirim email, kemudian tidak dapat mengirim informasi melewati WA, tersebut juga sebuah ketertinggalan," kata Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan Djagal Wiseso Marseno, seperti dikutip dari laman sah Universitas Gadjah Mada, Jakarta, Rabu (24/4/2019).


Djagal menuturkan UGM merasa senang dan menyambut baik kedatangan semua mahasiswa-mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi dalam forum dua tahunan ini. Diharapkan semua mahasiswa dapat mempergunakan peluang ini guna saling bertukar informasi dan menyusun jaringan yang powerful sesama penerima beasiswa bidikmisi.

“Kita tentunya bercita-cita 10 atau 20 tahun lagi kedepan para lulusan penerima bidikmisi ini sungguh-sungguh akan dianggarkan oleh negara," ujarnya.


Djagal menuturkan pemerintah mendesain bidikmisi sebab setelah disaksikan rantai kemiskinan atau lingkaran setan kemiskinan itu melulu dapat diputus dengan pendidikan. Statistiknya menunjukkan yaitu sejumlah 80% orang berhasil ternyata melewati pendidikan. Selebihnya, 20% atau bahkan 10%, laksana Bill Gates yang tidak lulus S1 namun sukses, tetapi tetap saja jumlahnya tidak banyak.

“Untuk tersebut adik-adik mahasiswa yang mengenyam edukasi tinggi mesti memanfaatkan peluang ini menjadi momentum guna merubah nasib dari yang tidak punya menjadi punya. Menjadi orang kurang mampu tidak enak, saya pernah merasakan, inginkan begini tidak bisa, begitu tidak dapat karena keterbatasan ekonomi tadi. Maka benar kata Ainun Najib aniaya dirimu selagi masih muda, sebelum kamu disiksa di hari tuamu, dengan kata lain mumpung masih muda kita menempa diri dengan pengalaman-pengalaman supaya bisa menyusun diri menjadi insan yang tangguh," ucapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar