Teknologi Terbaru 2 | Kementan Ingin Startup Agribisnis Bisa Bantu Sejahterakan Petani - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Jumat, 10 Mei 2019

Teknologi Terbaru 2 | Kementan Ingin Startup Agribisnis Bisa Bantu Sejahterakan Petani

Kementan Ingin Startup Agribisnis Bisa Bantu Sejahterakan Petani

Foto: Kementan

Jakarta, Indonesia - Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan The Asian Productivity Organization (APO) Jepang, mengadakan Workshop bertemakan Accelerating Agribusiness Startups berlokasi di Yogyakarta 11-15 Maret 2019. Hal itu dalam rangka menyokong program pengembangan Ekonomi Digital terutama untuk menambah kesejahteraan petani melewati pemanfaatan teknologi.

Sekretaris Jenderal Kementan Syukur Iwantoro saat membuka pekerjaan tersebut pun menyampaikan ketika ini ada ratusan pelaku usaha agribisnis startup yang tengah berkembang di semua dunia. Hal ini mengindikasikan bahwa kesempatan pengembangan agribisnis startup di sekian banyak  tahapan rantai pasok komoditas pertanian masih tersingkap lebar sehingga dapat meminimalisir rantai pasok antara petani dengan konsumen.

"Fokusnya ialah bagaimana kita mengerjakan percepatan, perkembangan startup-startup di bidang agribisnis, khususnya untuk startup Indonesia sendiri yang ikut dalam pekerjaan ini diinginkan mampu menyerap empiris startup dari luar negeri sampai-sampai dapat cepat tumbuh dan berkembang," cerah Syukur dalam keterangannya, Senin (11/3/2019).

Kegiatan yang dihadiri oleh peserta dari 16 negara ini terdiri dari Bangladesh, Kamboja, Taiwan, India, Republik Islam Iran, dan Malaysia. Kemudian terdapat Mongolia, Nepal, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, dan Amerika serta tuan lokasi tinggal Indonesia.

Pertemuan itu adalahforum guna saling bertukar informasi dalam rangka menambah pengetahuan dan kemampuan peserta. Hal itu dalam kaitannya dengan percepatan pengembangan UKM terutama pada sektor pangan dan agribisnis startup. 


"Kami dari Kementerian Pertanian selalu menyokong kegiatan-kegiatan pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian serta Peningkatan buatan pertanian laksana yang telah dipermaklumkan oleh Bapak Presiden Jokowi sampai-sampai selama 4 tahun terakhir buatan meningkat, ekspor meningkat, GDP pun meningkat," tutur Syukur.

Selain tersebut workshop akan membicarakan praktik terbaik dalam perencanaan dan pengelolaan agribisnis startup yang dibuka dari masa inkubasi sampai pasca inkubasi. Workshop tersebut pun berfokus pada peningkatan ketenteraman pangan di area Asia, sistem agribisnis yang keberlanjutan, serta penambahan nilai tambah dan daya saing pada sektor tersebut.

Demi menunjang digitalisasi pertanian, ketika ini tengah dikembangkan 4 inisiatif digital pada sektor strategis pertanian, antara beda pertanian presisi yaitu menambah produktivitas berbasis software digital. Kemudian terdapat hub-digital pertanian yaitu memakai platform digital guna menghubungkan pelaku rantai pasok pertanian.

Kemudian ada finansial mikro pertanian, yakni mengenalkan software digital finansial mikro untuk pelaku sektor pertanian, serta lelang pertanian digital yakni menggunakan software digital guna lelang komoditas pertanian. Upaya tersebut dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan Indonesia sebagai Energy Digital Asia pada tahun 2020.

Baca juga : XL Bersiap Kembangkan Infrastruktur 5G di Indonesia

Perekonomian digital diduga mempunyai nilai perputaran yang dapat meningkatkan nilai GDP Indonesia sampai USD 150 miliar. Dan bilamana sebesar 10% saja bisa dimanfaatkan petani, maka pertumbuhan pelaku usaha agribisnis startup berpotensi besar dapat menambah kesejahteraan petani.

Direktur Bina Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja yang pun selaku Head of NPO (National Productivity Organization) Indonesia Zuhri Bahri mengucapkan bahwa ketika ini mulai bermunculan sejumlah startup yang membuat software jual beli produk pertanian, sharing informasi harga komoditas pertanian, sampai sharing informasi seputar pertanian di sektor budidaya. 

"Pemerintah paling consern terhadap penambahan produktivitas, dimana Nawacita no. 6 Pak Jokowi-JK menegaskan bahwa pemerintah punya komitmen tinggi terhadap penambahan produktivitas rakyat dan daya saing. Kami menyinggung ada 4 pilar dalam penambahan produktivitas yaitu perlunya mengefektifkan manajemen dan birokrasi, menambah inovasi kreatifitas dan penguasaan teknologi, penambahan kualitas sumber daya manusia, serta kebiasaan etos kerja produktif," cerah Zuhri.

Peserta nantinya pun akan mendatangi Mitra Turindo, campuran kelompok petani salak, yang bertempat di kaki gunung Merapi, dimana Gapoktan tersebut sudah mengekspor salak ke negara China, dan Kamboja. Di samping itu, peserta pun mengunjungi Sabila Farm yang adalahkebun Agrowisata bahkan memproduksi buah-buahan utamanya yakni buah naga. (idr/hns)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar