Teknologi Terbaru 2 | EOR Bisa Sedot Banyak Minyak di Blok Rokan, Langkah Pertamina Tepat - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Jumat, 24 Mei 2019

Teknologi Terbaru 2 | EOR Bisa Sedot Banyak Minyak di Blok Rokan, Langkah Pertamina Tepat

EOR Bisa Sedot Banyak Minyak di Blok Rokan, Langkah Pertamina Tepat - Ekonomi
MIGAS-Blok Rokan, Riau yang masih dikelola Chevron. Foto: Dok/Riau Pos/JPG
Jakarta, Indonesia - Rencana Pertamina untuk merealisasikan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di Blok Rokan, Riau mendapat sokongan dan dinilai paling tepat. “Dengan melihat ciri khas Blok Rokan, maka memang teknologi EOR yang dapat dipakai untuk menyangga laju penurunan produksi, khususnya di dua lapangan besar yaitu, Duri dan Minas,” ujar Rovicky Dwi Putrohari, berpengalaman geologi di Jakarta, Minggu (5/8/2018).

Kalau tidak gunakan EOR, lanjut dia, minyak sulit dipungut karena seakan-akan ‘lengket’ di bebatuan. “Dengan memakai EOR, maka kekentalan minyak dapat diturunkan, sampai-sampai lebih gampang dialirkan, “ tandas Rovicky.

Chevron sendiri, sebelumnya pun mempergunakan teknologi tersebut. Karena itulah, perlengkapan dan teknologi EOR pun ketika ini telah terpasang dan terinstal di blok terbesar di tanah air itu. Dengan begitu, saat nanti Pertamina mulai mengelola semenjak 2021, maka BUMN tersebut tinggal menjalankan saja.


Dalam konteks itulah, Rovicky meminta seluruh pihak guna tidak meragukan kompetensi Pertamina berhubungan penerapan teknologi EOR di Blok Rokan. Apalagi sekitar ini, Pertamina pun sudah sangat kawakan menerapkan teknologi itu di sejumlah lapangan. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk Pertamina saat nanti mengelola Blok Rokan. “Yang urgen Pertamina mesti memperhitungkan bahwa ciri khas Blok Rokan dapat jadi bertolak belakang dibandingkan lapangan beda yang telah mereka kelola, baik secara geologi maupun jenis minyak,” kata dia.

Pertamina memang sudah merealisasikan teknologi EOR, baik melewati metode uap air panas atau steamflood maupun injeksi air atau waterflood di 16 lapangan alih kelola. Ini antara beda di sumur eksplorasi Kumis-2 di Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Pertamina mulai mengelola lapangan itu pada 2014, sesudah sebelumnya dikelola Chevron. Di lapangan tersebut, teknologi EOR yang digunakan Pertamina ialah metode steamflood. Sementara guna metode warterflooding, Pertamina merealisasikan di Pangkalan Susu Field, tepatnya di Struktur Gebang.


Di samping itu, melewati Pertamina Upstream Technology Center (UTC), Pertamina pun mengembangkan teknologi tersebut. Di antaranya Pengujian Viskositas Lapangan Bantayan, Formulasi Surfaktan SLS guna Lapangan Rantau, Pre Feasibility Study CO2 EOR Lapangan Sukowati dan Lapangan Tambun, Pre Feasibility Study Steamflood Lapangan Batang, Implementasi aplikasi EOR predictive modeling, dan pengadaan Lab EOR Tahap 2.

Kedua cara yang sudah digunakan Pertamina, yakni waterflooding dan steamflooding, lanjut Rovicky, memang bakal diterapkan di Blok Rokan nanti. Bagi jenis minyak yang kental, berat, dan berisi lilin, yang dipakai ialah steamflooding. Sedangkan guna yang tidak terlampau kental namun masih ‘tersembunyi’ di pori-pori bebatuan, maka yang dipakai ialah metode waterflooding.

Sebelumnya, Plt Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya akan memakai EOR untuk mendapat  lebih tidak sedikit minyak di Blok Rokan. "Unconventional, anda akan gunakan EOR. Di Blok Rokan ini telah dilakukan, nah anda akan lanjutkan. Kita bakal meningkatkan dapat doble capacity. Kalau inginkan tambah buatan lagi gunakan EOR. Lalu terdapat 7.000 titik eksplorasi," ujarnya.


Dengan mengelola Blok Rokan, Nicke yakin akan menambah produksi hulu Pertamina dan akan meminimalisir impor minyak, sehingga dapat menghemat devisa selama USD 4 miliar per tahun, serta menurunkan ongkos produksi hilir secara jangka panjang. (adl/aro/chi/jpnn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar